Saturday, April 28, 2007

Bila Gigi Anda Harus di Cabut

Bila dokter memutuskan gigi anda harus di cabut, tips pertama percayalah bahwa keputusan itu untuk kebaikan anda, jadi pasrahkan saja gigi anda pada dokter

Yang perlu di persiapkan sebelum eksekusi berlangsung adalah

Persiapan mental : relaks, jangan panik, jangan stress, panik dan stress akan meningkatkan tekanan darah dan membuat perdarahan sulit berhenti. Bila resah katakan terus terang kepada dokternya, karena bila perlu akan di beri obat penenang.

Persiapan fisik : minum obat yang di berikan sebelumnya sesuai petunjuk dokter, malam sebelum eksekusi jangan ke diskotik begadang; tidur cukup dan makan terlebih dahulu kira-kira 1-2 jam sebelum eksekusi dilaksanakan. Persiapan ini dimaksudkan untuk menjaga tekanan darah dan gula darah anda dalam keadaaan normal, Bila tekanan darah tidak dalam batas normal maka pencabutan bisa di tangguhkan karena hal tersebut dapat menyebabkan perdarahan sesudah pencabutan, Demikian pula kadar gula yang rendah menyebabkan pasien menderita hypoglikemia, sedangkan kadar gula tinggi mempersulit penyembuhan luka pasca pencabutan selain itu juga infeksi sulit terkontrol.

Setelah gigi busuk anda lenyap dengan tenang damai meninggalkan mulut indah anda, yang perlu di ingat adalah :

1. Gigit lah tampon (gulungan kapas) dengan mengatupkan rahang selama 1 jam, gunanya untuk memberikan efek tekanan pada luka pasca pencabutan sehingga di harapkan terbentuk gumpalan darah (blood cloth )

2. 24 jam setelah pencabutan, jangan merokok, minum alcohol, memakai sedotan, terlalu sering berkumur dan memainkan luka dengan lidah atau menghisap2 luka. Tanya kenapa? Hal ini untuk mencegah terlepasnya blood cloth yang akan menyebabkan perdarahan.

3. Selama 24 jam pertama jangan pergi ke disko, sebaiknya mengurangi aktivitas yang akan meningkatkan tekanan darah, mengurangi perdarahan dan membantu proses penyembuhan luka.

4. Untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak gunakan kompres dingin dengan menggunakan es batu yg di masukkan ke dalam plastik, di pipi sisi yang dicabut, tempelkan 10 menit, istirahatkan 10 menit, temple lagi 10 menit truss…sampai rasanya lebih enak.

5. Banyak minum, makanan lunak, jangan makan pedas, boleh makan kembali seperti biasa setelah merasa lebih nyaman.

6.Tetap menyikat gigi seperti biasa dan berkumur dengan air garam untuk menghilangkan sisa makanan yang nyangkut di socket bekas pencabutan.7. Minum obat sesuai petunjuk dokter, ANTIBIOTIK harus di habiskan.

Bila terjadi perdarahan dan repot mencari gumpalan kapas, bisa gunakan tea bag/the celup letakan pada luka bekas pencabutan dan katupkan rahang sampai perdarahan berhenti. Teh mengandung tanin dan di literature di katakan zat ini bisa menghambat perdarahan.
Segera hubungi dokter anda/ RS terdekat bila perdarahan tidak berhenti, setelah tiga hari terjadi rasa sakit yang luar biasa, bau mulut, pembengkakan yang tidak berkurang.

5 comments:

Anonymous said...

Doc,,,,
Aq mhswi 19th

Tgl 14 Nov kmaren, gigi 38 aq di OD.
Pas lg di OD, drg yg menangani operasiku bilang, klo maksila aku terlalu kecil, shg tulang alveolar aku perlu dibor hingga 5mm.
Dalem bgt ga c Dok?
Normal ga?
Normalnya tl alveolar yg dibor brp mili?
Saat operasi, karena saking dalamnya tulang yg harus digali, dokter menambahkan anastesi hingga 3.5 ampul.
Normal ga dksh suntikan sebanyak itu?
Efek sampingya apa?
Trus, hingga postingan ini aq ketik, pipi aq msh bengkak, n lidah kiri aq ga bs ngerasain apa2.
Obat yg diksh:
- Danalgin
- Amoxcillin yg kluaran baru
- Kalium diklofenat
- obat anti pendarahan.

Apakah lidah kiri aq masih bs ngerasain makan lg? kembali spt normal (reversibel)?
Bengkak selama 3 hari pasca operasi apa normal?

Mohon dibalas.

Anonymous said...

Mbak.....saya mau tanya mengenai Lymphoma Malignum Non-Hodgkin, Burkitt Atipik....bisa tidak yah Mbak? boleh minta YMnya tidak?

Pauw-Pauw said...

Saya mahasiswi KG, 20 th...

Ingin tau lebih banyal mengenai eksodonsi..

Apa saja yang menjadi kontra indikasi eksodonsi lokal?

Sejauh yang saya tau hanya infeksi gingiva akut. mengapa?
apa hanya itu saja atau ada yang lain??

Kemudian, kenapa yang menjadi kontra indikasi adalah saat kondisi akut. bagaimana jika dalam kondisi kronik??

lalu, bagaimana penanganannya?
dilakukan perawatan sejauh apa baru dapat dilakukan eksodonsi?


terima kasih atas bantuan dan jawabannya...

Sutomo, M.Sc. said...

halo doc, saya punya masalah dg gigi juga nih. Ada gigi graham atas yang patah sehingga hanya menyisakan sedikit saja di bg luar, saya ingin cabut tapi takut.jujur saja saya sgt takut ke dokter gigi sejak kecil. Apakah prosesnya nanti memerlukan penyobekan sedikt gusi karena gigi sudah tidak ada di bag luar? bagaimana resiko dan kemungkinan nya? dimana saya bisa mendapatkan perwatan terbaik untuk ini di fdaerah jakarta atau bekasi?
mohon bantuannya
trima kasih
http://myjourneys-tommo.blogspot.com

http://kacamulut.com said...

iya dok tak copy ya tulisannya sebagian soalnya kontributornya belum ada... ntar kalau udah ada aku hapus atau kalau dilarang email aku aja... tak hapus dech.. thanks